Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



PADANG — Di tengah riuhnya prosesi Wisuda II Universitas Andalas (Unand) 2026, Sabtu (9/5), ada sebuah momen yang terasa lebih dari sekadar seremoni akademik. Di Auditorium Unand yang khidmat, Davi Ahmad Zhillal melangkah maju, bukan hanya untuk menjemput ijazah Sarjana Kedokteran (S.Ked), melainkan untuk mengukuhkan sebuah estafet intelektual yang telah lama mengakar di keluarganya.

Davi, putra kedua dari Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, seolah sedang menegaskan sebuah pepatah lama: buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Namun, di balik nama besar sang ayah yang merupakan tokoh sentral dunia kesehatan di Sumatera Barat, ada jejak ketekunan personal yang Davi bangun di lorong-lorong Fakultas Kedokteran Unand.

Tradisi Kedisiplinan di Balik Jubah Toga

Bagi keluarga Dovy Djanas, kelulusan Davi adalah momen refleksi. Mengenakan toga kebanggaannya, Davi tampak mewarisi ketenangan dan aura dedikasi sang ayah. Kehadiran keluarga inti di lokasi acara tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral, tetapi juga simbolisasi penyerahan tongkat estafet pengabdian.

Di balik gelar S.Ked yang kini tersemat, tersimpan narasi tentang disiplin tingkat tinggi. Menjadi putra seorang praktisi medis papan atas tentu memberikan standar ekspektasi tersendiri, namun Davi membuktikan bahwa ia mampu menempuh jalannya dengan integritas akademik yang mandiri.

Lulus di Era Keemasan Unand

Langkah Davi menuju dunia profesional kesehatan terjadi di saat yang sangat tepat. Ia lulus ketika almamaternya, Universitas Andalas, sedang berada di puncak prestasi global. Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D, dalam orasinya menegaskan bahwa Unand kini telah bertransformasi menjadi institusi yang diperhitungkan secara internasional.

Capaian prestisius Unand yang melatari kelulusan Davi antara lain:

Reputasi Global: Menempati peringkat ke-8 nasional versi Times Higher Education (THE) 2025.

Interdisipliner: Masuk jajaran 201–250 besar dunia dalam kategori Interdisciplinary Science Ranking.

Legalitas Mutu: Mempertahankan Akreditasi "Unggul" dari BAN-PT hingga 2028.

Menembus Batas Digital dan Inklusivitas

Davi merupakan representasi dari generasi baru dokter yang lahir dari ekosistem digital. Ijazah dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan integrasi layanan MyUNAND bukan sekadar administrasi, melainkan bekal bahwa ia siap menghadapi digitalisasi layanan kesehatan masa depan.

Lebih dari itu, atmosfer inklusivitas yang dirasakan Davi selama kuliah—seperti terlihat dari kehadiran Juru Bahasa Isyarat bagi wisudawan disabilitas pada upacara tersebut—membentuk perspektif humanis yang krusial bagi seorang calon dokter. Ia lulus dari rahim pendidikan yang tidak hanya mengejar angka, tapi juga menghargai kesetaraan.

Menuju Fase Bakti

Gelar S.Ked hanyalah sebuah titik awal. Di depan Davi, terbentang jalan panjang menuju pengabdian medis yang sesungguhnya. Dengan bimbingan dan teladan dari Dr. Dovy Djanas, Davi Ahmad Zhillal kini bersiap melangkah lebih jauh.

Publik kini menanti, bagaimana langkah-langkah pasti Davi selanjutnya akan mewarnai wajah kesehatan Indonesia. Selamat berjuang, Davi! Dunia kesehatan memang menanti baktimu, namun hari ini, nikmatilah syukur atas satu janji yang telah tertunaikan.

Penulis: Tim Redaksi 

Pemda Tanah Datar Gelar Upacara Peringati Hari Otda dan Hardiknas
Maklumatnews, TD, - "Otonomi daerah memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam upaya mempercepat kesejahteraan masyarakat".

Hal itu diaampaikan buoati Tanah Datar Eka Putra sebagai inspektur upacara ketika membacakan amanat menteri dalam negeri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu (2/5).

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah daerah agar semakin responsif, mandiri, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dengan tetap menjaga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, kolaborasi antar daerah, peningkatan layanan dasar, dan penguatan stabilitas wilayah juga menjadi perhatian penting.

Sementara itu, dalam peringatan Hardiknas 2026, Bupati Eka Putra membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pendidikan merupakan usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh, guna mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, makmur, dan bermartabat.

Berdasarkan hal itu, pemerintah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

“Pendidikan yang bermutu akan terlaksana melalui kesamaan pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka Putra juga menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Turut hadir Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, para asisten dan staf ahli bupati, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, pimpinan OPD, camat se-Tanah Datar, peserta upacara dari unsur ASN, non-ASN, pelajar, serta undangan lainnya. (Pinos/rls)


Maklumatnesw
-Jakarta / Muscat — PT ALKO Sumatra Kopi mencatatkan langkah baru dalam perdagangan kopi Indonesia dengan melakukan pengiriman 10 ton kopi ke Oman melalui jalur udara, sebuah strategi yang jarang digunakan dalam ekspor komoditas ini karena tingginya biaya logistik.


Pengiriman tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan cepat dari pasar Timur Tengah, khususnya Oman, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan terhadap konsumsi kopi specialty. Di tengah kebutuhan akan pasokan yang cepat dan konsisten, ALKO memilih jalur udara sebagai solusi, meskipun biaya yang harus ditanggung jauh lebih tinggi dibandingkan pengiriman melalui laut.


Biaya pengiriman udara dalam ekspor ini mencapai sekitar Rp75.000 per kilogram, angka yang bahkan disebut 45 persen lebih tinggi dari harga kopi itu sendiri. Kondisi ini menjadikan pengiriman tersebut sebagai salah satu ekspor kopi dengan biaya logistik paling tinggi, sekaligus menunjukkan adanya pergeseran dalam dinamika pasar global.


Dalam konteks perdagangan tradisional, kopi umumnya dikirim melalui jalur laut untuk menekan biaya. Namun, meningkatnya permintaan terhadap kopi premium dengan standar kualitas tinggi membuat faktor kecepatan menjadi semakin penting. Dalam segmen specialty coffee, waktu pengiriman berpengaruh langsung terhadap kualitas produk yang diterima oleh pembeli, terutama sebelum memasuki tahap roasting.


Pengiriman ke Oman ini juga mencerminkan semakin kuatnya posisi Timur Tengah sebagai pasar potensial bagi kopi Indonesia. Pertumbuhan café, roastery, dan budaya konsumsi kopi berkualitas di kawasan tersebut mendorong kebutuhan akan pasokan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga dapat diandalkan dari sisi waktu distribusi.


Selain faktor logistik, pengiriman ini didukung oleh penerapan sistem traceability berbasis digital melalui platform Qthink-X. Sistem ini memungkinkan setiap batch kopi yang dikirim dapat ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari asal kebun, identitas petani, proses produksi, hingga distribusi. Transparansi ini menjadi nilai tambah penting di pasar global yang semakin menuntut kejelasan asal-usul produk dan praktik keberlanjutan.


Langkah yang diambil ALKO ini mencerminkan perubahan arah industri kopi Indonesia. Jika sebelumnya fokus utama berada pada volume dan harga, kini mulai bergeser ke aspek kecepatan, transparansi, dan nilai tambah produk. Dalam kondisi tertentu, buyer bahkan bersedia menanggung biaya lebih tinggi demi mendapatkan kepastian pasokan dan kualitas.


Bagi ALKO, pengiriman melalui udara ini bukan sekadar transaksi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi di pasar global. Kemampuan memenuhi permintaan dalam waktu singkat dinilai dapat meningkatkan kepercayaan buyer sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.




Pengiriman 10 ton kopi melalui jalur udara ini menjadi simbol bahwa kopi Indonesia tengah memasuki fase baru dalam perdagangan internasional. Bukan lagi sekadar komoditas, kopi kini berkembang menjadi produk bernilai tinggi yang ditentukan oleh kecepatan layanan, transparansi data, dan kepercayaan pasar.


Dengan langkah ini, ALKO menunjukkan bahwa pelaku industri kopi nasional mampu beradaptasi dengan tuntutan global, sekaligus membawa kopi Indonesia ke level yang lebih kompetitif di pasar dunia.(**)


Maklumat
-Dalam program 07 Days Experiential Learning in Minangkabau (ELM) yang kami design khusus untuk Mentari Intercultural School (MIS - Jakarta), pada hari ke 6 semua pelajar kami tantang dalam sebuah permainan Students City Survival.


Peserta yang berjumlah 84 orang peserta kami bagi dalam 4 group. Dan masing - masing group akan berkompetisi satu sama lain. Tanpa HP.


Disini para pelajar akan belajar langsung tentang teamwork, leadership, communication serta solving problem.


MIS -Jakarta salah satu sekolah terbaik diIndonesia yang telah banyak meraih penghargaan internasional ini https://nationalgeographic.grid.id/read/134341256/mentari-intercultural-school-jakarta-borong-medali-emas-inovasi-di-asia. 


Dan Alhamdulillah telah bekerjasama dengan kami selama 15 tahun untuk program study tournya yang kami rancang khusus sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut ; Community Study Week " Experiential Learning in Minangkabau (ELM) ".


Dan sebelumnya para pelajar ini selama 3 hari tinggal bersama masyarakat setempat di Singkarak Sumpu dalam program " Kampoeng Inspirasi ".


Dan selama 3 hari yang mana semua peserta  tinggal diRumah Gadang dan mempelajari tentang Rumah Gadang yang kaya akan simbol-simbol filosopi Minangkabau serta belajar adat dan budaya setempat. 


Dan disana semua peserta dikenalkan dengan pejuang2 kampung yang dikampung sendiri tidak dikenal orang tapi reputasinya sudah dunia. Seperti Nanda Wirawan dengan karya songketnya sudah mendapat penghargaan Award of Excellent dari Unesco serta para pejuang kebudayaan dan local champion lainnya. 


Dan hari terakhir dalam program tersebut semua peserta ditantang membuat komposisi musik dan tari karya mereka sendiri dibawah bimbingan Nina Rianti, pedendang dan pentolan musik Pentassakral.


Dan sebelumnya para pelajar ini juga turut melakukan Green Action diPariaman dengan aksi transplantasi terumbu karang dan penanaman manggrove.


Selama 15 tahun kerjasama kami akhirnya bisa menyelamatkan kawasan pantai yang semula gersang di Apar menjadi Manggrove Park yang luas sekitar 11 hektar.


Dan juga akhirnya kami mempunyai taman terumbu karang bawah laut yang luas.


Terima kasih MIS - Jakarta


Stay safe and well. Stay safe and healthy with Green Tourism Program


Thanks for being a Green Friend of Indonesia !


www.sumatraandbeyond.co

International Green Tour Operator

Support for

Green Tourism Institute


Maklumat-Bengkulu
, 23 April 2026 — Upaya memperkuat hilirisasi kopi nasional kembali mendapatkan momentum melalui kegiatan Dialog Interaktif Penguatan Hilirisasi Kopi Bengkulu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Bengkulu bekerja sama dengan Universitas Bengkulu (UNIB) dan Kementerian PPN/Bappenas. Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta petani dalam merumuskan langkah konkret meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi Indonesia.


Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Menteri Bappenas, Gubernur Bengkulu, Rektor Universitas Bengkulu, Kepala Bank Indonesia Bengkulu, Ketua Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) Pusat, serta Direktur PT ALKO Sumatra Kopi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan keseriusan lintas sektor dalam mendorong transformasi industri kopi, khususnya di wilayah Bengkulu yang memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kopi.


Dialog berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari petani, kelompok tani, pelaku usaha hulu dan hilir, eksportir, hingga pemerintah daerah. Diskusi tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mengangkat berbagai tantangan riil yang dihadapi dalam pengembangan kopi nasional.


Salah satu isu utama yang mengemuka adalah pentingnya penguatan Indikasi Geografis (IG) sebagai identitas dan nilai tambah produk kopi daerah Bengkulu. Selain itu, forum juga menyoroti lambannya proses hilirisasi kopi di Indonesia yang masih dipengaruhi oleh rendahnya konsumsi per kapita, keterbatasan kapasitas produksi, serta belum optimalnya pengolahan pascapanen di tingkat petani.


Isu global juga turut menjadi perhatian, termasuk dampak ketidakpastian ekonomi dunia dan dinamika perdagangan internasional terhadap harga dan permintaan kopi. Di sisi lain, tuntutan pasar terhadap sertifikasi dan standar internasional, seperti ISO dan kejelasan asal-usul produk (traceability), semakin menjadi faktor penentu dalam ekspor kopi.


Dalam forum tersebut, Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO) memperkenalkan pendekatan solusi melalui platform Qthink-X, sebuah sistem digital traceability berbasis Blockchain yang dirancang untuk menjawab tantangan tersebut . Melalui Qthink-X, seluruh proses dalam rantai pasok kopi dapat terdokumentasi secara transparan, mulai dari data petani, pelaku prosesor, roastery, juga lokasi lahan, proses produksi, hingga distribusi.


Direktur ALKO dalam pemaparannya menegaskan bahwa masa depan industri kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sistem pengelolaan kelembagaan koperasi petani, basis data yang kuat dan terintegrasi.


> “Pasar global hari ini tidak hanya membeli kopi, tetapi juga membeli kepercayaan. Traceability menjadi kunci utama. Dengan Qthink-X, kita bisa memastikan transparansi dari hulu ke hilir,” ujarnya.



Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung petani, Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO) juga menyampaikan inisiatif untuk memberikan akses penggunaan platform Qthink-X yang dimiliki olek Koperasi Petani Alam Korintji secara gratis kepada petani.(kelompok tani/koperasi) prosesor kopi di Bengkulu. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian sekaligus membantu petani memenuhi standar pasar global tanpa beban biaya tambahan.


Namun demikian, ALKO juga menegaskan bahwa penggunaan sistem digital menjadi bagian penting dalam ekosistem kemitraan. Oleh karena itu, penerapan Qthink-X menjadi salah satu syarat bagi petani atau kelompok tani yang ingin bergabung dalam jaringan koperasi ALKO. Hal ini dilakukan untuk memastikan standar kualitas, transparansi, dan konsistensi data dalam rantai pasok.


Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun koperasi modern berbasis data, yang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai pusat integrasi informasi dan akses pasar global.


Gubernur Bengkulu dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang mendorong hilirisasi dan digitalisasi sektor kopi. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.


Sementara itu, pihak UNIB menegaskan peran penting akademisi dalam mendukung riset, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kopi. Sinergi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu menghasilkan model pengembangan kopi yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.


Kepala Bank Indonesia Bengkulu yang dikenal aktif dalam membangun UMKM juga menyoroti pentingnya penguatan fasilitas sarana produksi petani, akses pembiayaan dan penguatan kelembagaan petani sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi. Diharapkannya, integrasi data melalui platform digital seperti Qthink-X dapat membuka peluang baru dalam akses keuangan, termasuk pembiayaan berbasis data produksi.


Ketua DEKOPI Dr. Rusman Heriawan menekankan peningkatan produktivitas sehingga kesejahteraan petani kopi lebih meningkat dan meningkatkan nilai devisa negara memalui meningkatnya ekspor.


Forum ini menjadi titik awal dari upaya bersama dalam mendorong transformasi industri kopi Bengkulu dari hulu ke hilir. Dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif, berbasis teknologi, dan berorientasi pasar global, diharapkan kopi Bengkulu mampu meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional.


Menteri BPN/BAPPENAS Prof. Rachman Pambudi dalam arahannya Melalui dialog ini, satu pesan menjadi jelas: masa depan kopi Indonesia tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi juga pada kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman melalui inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor. BAPPENAS mendukung dan mendorong penguatan kelembagaan petani, Kekuatan petani harus dibantu dan dibangun dengan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Universitas.(**)



Padang — Semangat kebersamaan dan kolaborasi menggema dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Konsolidasi APINDO Sumatera Barat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pelaku usaha, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran dunia usaha sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kehadiran Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menjadi energi tersendiri dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kekuatan utama pengusaha Indonesia terletak pada soliditas dan kolaborasi.

Mengangkat filosofi kearifan lokal Minangkabau, “barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang,” Shinta mengajak seluruh anggota untuk saling menopang dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.

“Tidak ada tantangan yang tidak bisa dilalui jika kita bergerak bersama. APINDO harus menjadi rumah besar yang menginspirasi, memotivasi, dan memperkuat para pelaku usaha,” ujarnya penuh keyakinan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi APINDO dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan fondasi penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang kerja yang lebih luas.

“APINDO telah menjadi mitra strategis pemerintah. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar Sumatera Barat mampu bersaing dan berkembang di tengah tantangan global,” ungkapnya.

Rakerda ini pun berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, mencerminkan tekad kuat seluruh peserta untuk membawa dunia usaha Sumatera Barat ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.