Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda HBT Padang Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Peduli korban bencana Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



Alahan Panjang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melaksanakan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Solok dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, khususnya dalam bidang pertanian. 

Melalui pelatihan ini, warga binaan diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang dapat diterapkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena metode hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode penanaman sayuran menggunakan lahan konvensional atau tanah.

“Berbagai keunggulan sayuran hidroponik antara lain dapat diterapkan di pekarangan yang sempit, lebih efisien dalam penggunaan air, serta memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan waktu panen yang lebih singkat karena kebutuhan nutrisi, air, dan oksigen dapat tercukupi secara lebih akurat. Selain itu, tanaman hidroponik relatif bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah,” ujar Harianto.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan melalui pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat selama warga binaan menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal keterampilan produktif setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Lapas Kelas III Alahan Panjang yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur atas kesempatan mengikuti pelatihan yang diberikan melalui sinergitas pemerintah dan pihak Lapas.

“Program pembinaan ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan, khususnya masyarakat di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti. Mayoritas penduduk di sini bekerja sebagai petani,” ujarnya.

Ia berharap seluruh program pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh Lapas, baik di bidang pertanian, sosial maupun keagamaan, dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus memberikan keterampilan yang produktif dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri serta berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.



PADANG — Suasana senja di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026), mendadak hening. Tepat pukul 17.15 WIB—waktu di mana bumi Kota Ranah Minang terguncang hebat 17 tahun silam—ratusan pasang mata tertunduk. Doa-doa dilantunkan, mengudara bersama kenangan akan 363 warga Kota Padang yang gugur dalam tragedi dahsyat 30 September 2009.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi momentum refleksi mendalam. Namun, di balik berdirinya batu granit hitam yang menjadi saksi bisu tempat prosesi tabur bunga itu berlangsung, ada jejak ketulusan seorang tokoh masyarakat yang tak boleh dilupakan: Andreas, Tuako Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

Sebagai penggagas berdirinya Monumen Gempa Padang, sosok Andreas hadir di tengah-tengah jajaran pejabat, mulai dari Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, unsur Forkopimda, Sekda Kota Padang Raju Minropa, hingga Wali Kota Padang periode 2004–2014 Fauzi Bahar Dt. Sati. Kehadiran Andreas menegaskan bahwa rasa kemanusiaan dan memori kolektif warga Padang melintasi batas-batas suku dan golongan.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat pentingnya membangun kesadaran dan mitigasi kebencanaan secara berkelanjutan.

"Gempa 30 September 2009 adalah pelajaran besar bagi kita semua. Penguatan kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi harus ditopang oleh perencanaan yang matang, koordinasi, serta edukasi masyarakat yang berkesinambungan. Pemko Padang akan terus menggelar tsunami drill agar masyarakat siap menghadapi segala potensi risiko," ujar Fadly Amran usai menaburkan bunga di Monumen Gempa.

Monumen Kenangan dan Harapan Masa Depan

Bagi Andreas, Monumen Gempa Padang bukan sekadar susunan batu, melainkan pengingat abadi akan pentingnya persatuan, ketangguhan, dan rasa empati antar-sesama warga kota saat badai kehidupan menerpa.

Di sela-sela prosesi peringatan, Tuako HBT Andreas menyampaikan pandangannya yang menyentuh dada mengenai makna di balik pendirian monumen tersebut.

"Monumen ini kita gagas bukan untuk meratapi luka atau memelihara kesedihan, melainkan untuk merawat ingatan. Di atas tanah ini, 17 tahun lalu, kita belajar bahwa bencana tidak pernah memilih siapa korbannya. Namun, dari situ pula kita belajar arti kebersamaan dan kepedulian tanpa sekat," ungkap Andreas dengan nada haru.

Ia berharap tugu tersebut dapat terus berdiri sebagai pengingat generasi mendatang agar tak pernah lengah menghadapi potensi alam.

"Setiap ukiran nama dan kenangan di monumen ini adalah pengingat bagi anak cucu kita kelak: bahwa Padang adalah kota yang tangguh. Kita boleh berduka, tetapi kita tidak boleh menyerah. Tugu ini adalah warisan kesadaran agar kita selalu siap, siaga, dan saling menjaga satu sama lain," tambah Andreas.

Acara peringatan diakhiri dengan penaburan bunga oleh Wali Kota Padang, Sestama BNPB, Tuako HBT Andreas, para pegiat kebencanaan, serta perwakilan keluarga korban. Di bawah pendar cahaya senja Kota Padang, Monumen Gempa kembali berdiri kokoh—menjadi simbol ketangguhan sebuah kota yang pernah rebah, namun bangkit dan terus melangkah maju.(SRP)

 

‎
‎AROSUKA — Selama seminggu terakhir, aroma tumisan ayam, ikan goreng, dan telur dadar menjadi kawan setia para warga terdampak bencana banjir bandang (galodo) serta relawan dan aparat TNI/Polri di Arosuka. Namun hari ini, suasana di Dapur Umum Relawan Humani Care (RHC) terasa berbeda. Keriuhan dapur diiringi senyum penuh syukur saat dua ekor kambing segar tiba di posko bantuan.
‎
‎Sumbangan istimewa tersebut datang langsung dari seorang perwira menengah Polri, Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K., M.Hum. Kepedulian sosok yang dikenal humanis ini seketika mengubah deretan menu harian dapur umum menjadi sajian istimewa: Gulai Kambing.
‎
‎Bagi warga korban bencana yang tengah berjuang bangkit dari trauma, serta para relawan dan personel TNI/Polri yang tak kenal lelah bertugas di lapangan, santapan hangat berkuah santan dan kaya rempah ini bukan sekadar peningkat selera makan. Lebih dari itu, hidangan "menu sultan" ini membawa pesan kepedulian yang mendalam bahwa mereka tidak sendirian melewati masa-masa sulit ini.
‎
‎"Alhamdulillah, kepedulian Kombes Pol Andri Kurniawan memberikan warna dan semangat baru di posko kami. Setelah seminggu berturut-turut menikmati menu ayam, ikan, dan telur, hari ini warga dan jajaran pengabdi kemanusiaan bisa menikmati sajian gulai kambing bersama-sama," ujar salah satu pengelola Dapur Umum RHC.
‎
‎Langkah nyata ini kembali menegaskan wajah Polri yang Presisi dan dekat dengan masyarakat. Bukan sekadar dalam pengamanan dan penegakan hukum, namun juga hadir merangkul dan meringankan beban sesama di saat-saat kritis.
‎
‎Semoga kebaikan dan rasa kepedulian yang diulurkan Kombes Pol Andri Kurniawan menjadi ladang amal jariyah yang melimpah, serta membawa keberkahan dan kesehatan bagi beliau dan keluarga. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.   
‎
‎Catatan Profil & Jejak Kepedulian Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K.
‎
‎Jabatan & Peran: Beliau merupakan perwira tinggi lulusan Akpol yang menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumatera Barat.   
‎
‎Rekam Jejak Sosial: Dikenal sebagai sosok perwira yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Beliau aktif berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, termasuk pergerakan angkatan alumni (seperti almamater Pamor Persada 2000) yang fokus memberikan bantuan tanggap bencana banjir dan galodo di Sumatera Barat.
‎
‎Prestasi & Dedikasi: Sebelum menjabat di Polda Sumbar, beliau memiliki rekam jejak pengabdian yang berprestasi tinggi di jajaran Reskrim (termasuk penerima Pin Emas Kapolri saat bertugas) dan dikenal berintegritas serta cepat tanggap terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
‎
‎(SRP)



ALAHAN PANJANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) dengan melakukan kontrol keliling di sejumlah titik area lapas, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, bersama jajaran. Kontrol dilakukan dengan menyusuri area lapas yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam rangka memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan terkendali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif jajaran Lapas Alahan Panjang untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan seluruh area lapas berada dalam kondisi sesuai standar pengamanan.

Dalam pelaksanaan kontrol keliling, jajaran melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan titik-titik yang dianggap rawan. Langkah tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan petugas dalam menjalankan tugas dan fungsi pengamanan.

Harianto menegaskan bahwa deteksi dini merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Kontrol keliling ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan kondisi seluruh area lapas tetap aman dan kondusif,” ujar Harianto.

Ia juga mengingatkan jajaran agar terus meningkatkan kewaspadaan serta melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Langkah pengawasan secara berkala tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtib di lingkungan Lapas Kelas III Alahan Panjang.



SOLOK – Sebagai wujud nyata pelaksanaan program pembinaan kerohanian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang rutin melaksanakan kajian dan pembacaan Yasin setiap malam Jumat di Mushalla Lapas Kelas III Alahan Panjang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan bersama petugas Lapas sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.

Pelaksanaan kajian Yasin diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa dan tausiah keagamaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan Lapas Kelas III Alahan Panjang untuk memberikan ruang kepada warga binaan dalam memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan kesadaran spiritual.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan berbagai kegiatan positif. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus memperkuat program pembinaan, baik di bidang kepribadian maupun kemandirian, sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan.


Hadir di Tengah Masyarakat, Polres Pasaman Barat Beri Harapan Baru Bagi Keluarga Korban Disabilitas

‎PASAMAN BARAT – Institusi Kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang memiliki empati mendalam. Komitmen ini dibuktikan secara nyata oleh Polres Pasaman Barat melalui jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim saat mengunjungi kediaman korban penyandang disabilitas di Jorong Ulu Bondar, Nagari Brastagi Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Selasa (22/9/2026).
‎
‎Kunjungan hangat tersebut dipimpin langsung oleh Kanit PPA Ipda Admi Pandowita bersama personel Satreskrim lainnya. Selain menyalurkan bantuan paket sembako berupa beras, minyak goreng, telur, dan bahan pangan mendasar, jajaran Satreskrim Polres Pasaman Barat fokus memberikan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisi mental serta trauma korban pasca-kejadian.
‎
‎Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., menegaskan bahwa aksi sosial dan pendampingan ini merupakan bentuk perhatian tulus jajaran kepolisian terhadap penanganan perkara yang berperspektif perlindungan anak dan penyandang disabilitas.
‎
‎"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian penuh jajaran Polres Pasaman Barat. Selain menyerahkan bantuan bahan pokok untuk meringankan beban ekonomi keluarga, prioritas utama kami adalah pemulihan kondisi mental dan psikis korban agar trauma yang dialami perlahan bisa terobati," ujar Iptu A. Agung.
‎
‎Tidak hanya menghibur korban, personel Unit PPA Polres Pasaman Barat juga memberikan dorongan moril kepada pihak keluarga. Edukasi dan penguatan psikologis terus diberikan agar keluarga senantiasa mendampingi korban secara optimal selama masa pemulihan.
‎
‎Kehadiran jajaran Polres Pasaman Barat disambut penuh haru oleh pihak keluarga. Rani, kakak kandung korban, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan respon cepat kepolisian yang tidak hanya fokus pada penanganan hukum, tetapi juga merangkul sisi kemanusiaan korban.
‎
‎"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari Bapak Kapolres beserta seluruh jajaran Satreskrim. Kehadiran Kepolisian di rumah kami memberikan kekuatan moral tersendiri. Kami berharap proses hukum dapat berjalan adil dan pelaku dapat dijatuhi hukuman seberat-beratnya," tutur Rani.
‎
‎Mengenai penanganan perkara dugaan pelecehan seksual terhadap anak disabilitas tersebut, Polres Pasaman Barat memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Saat ini, penyidik Satreskrim masih terus mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi demi menuntaskan perkara hingga tuntas.
‎
‎Melalui pendekatan yang inklusif dan humanis ini, Polres Pasaman Barat membuktikan dedikasinya dalam menciptakan rasa aman serta memberikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.(SRP)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.