Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



SIJUNJUNG – Guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman bahaya peredaran gelap narkotika serta penyakit masyarakat lainnya, Polres Sijunjung bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) IV Nagari resmi meresmikan Posko Kampung Bebas Narkoba di Jorong Pantai Cermin, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang diawali dengan deklarasi bersama ini dihadiri langsung oleh Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., Kasat Narkoba AKP Syafwal, S.H., Kasat Binmas AKP Usman Nurwidi, S.H., Kapolsek IV Nagari Iptu Ichsan Ansari, S.H., M.H., Camat IV Nagari Khaidir Ali Daulai, S.STP., M.M., Danramil 06/PLK Kapten Harianto, unsur Niniak Mamak (KAN/BPN), hingga relawan anti-narkoba.

Kapolsek IV Nagari, Iptu Ichsan Ansari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penunjukan Nagari Palangki sebagai basis pilot project merupakan langkah strategis dalam membentengi wilayah hukum Polsek IV Nagari dari potensi gangguan kamtibmas.

"Posko Kampung Bebas Narkoba ini dirancang sebagai benteng terdepan sekaligus wadah konsolidasi antara Kepolisian dan warga. Kami di tingkat Polsek siap mengawal, mendampingi, serta melakukan tindakan preventif secara intensif bersama para relawan agar Nagari Palangki benar-benar steril dari narkoba maupun penyakit masyarakat lainnya," ujar Iptu Ichsan Ansari.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah menegaskan bahwa pembentukan posko ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen moral yang wajib dijalankan secara berkelanjutan melalui tiga pilar utama: preemtif (edukasi), preventif (pengawasan), dan represif (penegakan hukum).

"Keterbatasan personel maupun sarana tidak menjadi penghalang jika kita bergerak bersama. Saya tidak ingin program ini hanya sebatas citra di atas kertas, tetapi harus membawa dampak nyata bagi masyarakat," tegas AKBP Willian.

Pemerintah Nagari dan Kecamatan IV Nagari pun menyambut baik sinergi ini. Keberadaan posko terpadu tersebut disepakati tidak hanya difungsikan untuk memutus rantai peredaran narkoba, tetapi juga untuk mencegah maraknya judi online dan perilaku sosial menyimpang.

Rangkaian acara ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Anti-Narkoba, pemotongan pita peresmian posko, penyerahan seragam secara simbolis kepada relawan, serta aksi simpatik pembagian masker kepada para pengguna jalan di Jalur Lintas Sumatera. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(SRP)



PADANG — Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat melakukan audiensi dengan Wali Kota Padang Fadly Amran di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (27/8/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran memaparkan sejumlah upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam memperkuat pengelolaan sampah, salah satunya melalui gerakan baru bertajuk **“Penggerak Pilah”**.


Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah maupun tempat usaha. Para Penggerak Pilah nantinya akan turun langsung ke lapangan selama 100 hari, mengikuti rute layanan petugas Layanan Pengelolaan Sampah (LPS) di sejumlah kelurahan.


Fadly menjelaskan, keberadaan Penggerak Pilah tidak sekadar bertugas melakukan sosialisasi, tetapi juga memastikan perubahan perilaku masyarakat dapat dipantau dan diukur secara nyata.


Mereka akan melakukan pengecekan, pencatatan, edukasi, sekaligus pemantauan terhadap praktik pemilahan sampah warga. Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah untuk memetakan masyarakat berdasarkan tingkat kepatuhannya.


“Warga yang sudah memilah dengan benar akan dicatat, begitu juga warga yang sudah memilah tetapi belum sesuai ketentuan dan warga yang belum memilah,” ujar Fadly dalam audiensi tersebut.


Menurutnya, pendataan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan persampahan ke depan. Pemerintah perlu memiliki basis data yang jelas untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menentukan kebijakan yang tepat.


Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan Pemko Padang berkaitan dengan **subsidi retribusi sampah**. Nantinya, tingkat kepatuhan masyarakat dalam memilah sampah akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian subsidi tersebut.


Warga yang telah melakukan pemilahan sesuai ketentuan akan tetap mendapatkan subsidi retribusi. Sebaliknya, warga yang tidak melakukan pemilahan akan dikenakan tarif tanpa subsidi sesuai regulasi yang sedang disusun pemerintah.


Dalam penerapannya, masyarakat akan diarahkan melakukan pemilahan secara sederhana dengan membagi sampah menjadi dua kategori utama, yakni **sisa makanan dan sampah lainnya**.


Sisa makanan dipisahkan dan nantinya dikumpulkan menggunakan ember khusus yang tersedia pada becak motor LPS. Sementara sampah lainnya tetap dimasukkan ke dalam kantong dan tidak boleh tercampur dengan sisa makanan.


Skema tersebut diharapkan dapat membuat pemilahan sampah lebih mudah diterapkan masyarakat karena tidak memerlukan klasifikasi yang terlalu rumit pada tahap awal.


Pemko Padang selanjutnya akan memiliki data mengenai warga yang telah memilah sampah dengan benar, warga yang telah memilah tetapi belum sesuai ketentuan, serta warga yang sama sekali belum melakukan pemilahan.


Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan perlakuan kebijakan terhadap masing-masing kelompok masyarakat.


Fadly mengatakan, perubahan perilaku menjadi filosofi utama dari program Penggerak Pilah. Menurutnya, masyarakat cenderung lebih terdorong melakukan sesuatu ketika mengetahui bahwa aktivitas mereka diperhatikan dan dicatat.


“Warga lebih terdorong untuk melakukan sesuatu apabila dia tahu bahwa apa yang dia lakukan itu diawasi dan dicatat. Filosofi awalnya adalah perubahan perilaku. Selain itu, warga juga akan terdorong ketika melihat orang di sekitarnya melakukan hal yang sama,” kata Fadly.


Untuk memastikan gerakan tersebut berjalan efektif di tengah masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang juga mendorong keterlibatan unsur masyarakat, terutama RT, RW, dan bank sampah.


Ketiga unsur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah, tetapi juga berperan aktif mengajak, mengedukasi, dan membangun kebiasaan memilah sampah di lingkungan masing-masing.


Dengan keterlibatan masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil, Pemko Padang berharap gerakan pemilahan sampah tidak berhenti sebagai program pemerintah, melainkan berkembang menjadi kebiasaan kolektif warga.


Sementara itu, Ketua Pengda JMSI Sumbar Aguswanto menyatakan dukungannya terhadap gerakan tersebut. Ia menegaskan, JMSI Sumbar siap mengambil peran dalam menyosialisasikan berbagai program Pemko Padang yang berkaitan dengan kepentingan publik, termasuk gerakan Penggerak Pilah.


“JMSI Sumbar akan selalu hadir dan membantu Wali Kota Padang untuk menyosialisasikan program pilah ini,” ujar Aguswanto.


Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah membangun kesadaran publik. Informasi mengenai program pemilahan sampah perlu disampaikan secara konsisten agar masyarakat memahami tujuan, mekanisme, sekaligus manfaat dari kebijakan tersebut.


JMSI Sumbar, lanjutnya, siap mengoptimalkan jaringan media siber yang tergabung di dalamnya untuk ikut menggaungkan gerakan pemilahan sampah sehingga pesan tersebut dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.


Gerakan Penggerak Pilah diharapkan menjadi salah satu langkah konkret Kota Padang dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi ikut bertanggung jawab sejak dari sumbernya.

(***)


ALAHAN PANJANG
— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran petugas Lapas, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta peserta magang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiah disampaikan Ustadz di lingkungan Lapas dengan seluruh peserta mengikuti kegiatan secara tertib dan penuh perhatian. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menekankan pentingnya meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk terus memperbaiki diri.

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H., turut mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Lapas Kelas III Alahan Panjang berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara petugas, warga binaan dan peserta magang dalam menciptakan suasana pembinaan yang religius, humanis dan kondusif di lingkungan Lapas.

Dengan adanya kegiatan keagamaan secara rutin, diharapkan proses pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku menuju pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat.



Suasana penuh keberkahan menyelimuti Grand Ballroom The ZHM Premiere Hotel Padang. Hari itu menjadi momen monumental yang memancarkan keanggunan tersendiri bagi keluarga besar Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG., Subsp.KFM., MARS., FISQua. dan dr. Winanda, MARS. Menyaksikan putri pertamanya, dr. Shafana Vinda Shabira, bersanding secara resmi dengan Fadhil Ahmad Hasari, S.T., prosesi akad hingga resepsi pernikahan berlangsung begitu khidmat, sarat makna, dan penuh nuansa hangat.
‎Sejak pintu ruangan dibuka, aura kebahagiaan menyapa setiap langkah. Tamu undangan mengalir tak putus-putus, memenuhi area acara dengan senyum dan doa terbaik untuk kedua mempelai. Deretan tokoh penting tampak hadir memberikan penghormatan dan restu langsung, mulai dari jajaran pejabat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat, hingga para pegawai dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran para pimpinan dan tokoh lintas sektor ini menegaskan betapa luasnya ikatan silaturahmi yang terjalin.
‎Pemandangan ini sekaligus menjadi cermin nyata dari gaya kepemimpinan dan dedikasi Dovy Djanas. Antusiasme para tamu yang memenuhi ruangan memperlihatkan kapasitas komunikasi yang luwes, terbuka, dan grounded sebuah karakter pimpinan yang tidak hanya disegani secara profesional, tetapi juga dicintai secara personal oleh rekan kerja maupun kolega lintas instansi.
‎Kesan megah dan penghormatan yang mendalam makin terasa melalui hamparan karangan bunga ucapan selamat yang berderet sepanjang area menuju lokasi acara. Ratusan papan ucapan dari para relasi, kawan sejawat, sahabat lama, hingga mitra strategis menjadi simbol eratnya jalinan persaudaraan dan dukungan moral yang mengalir deras untuk keluarga besar kedua mempelai.
‎Di tengah riuk kebahagiaan dan kemewahan yang tertata anggun, inti dari perayaan ini tetap terjaga: sebuah penyatuan dua insan dalam ikatan suci yang khidmat. Momen berbahagia ini bukan sekadar perayaan pernikahan dr. Vinda dan Fadhil, melainkan juga panggung silaturahmi besar yang mempertemukan simpul-simpul persahabatan, kebersamaan, dan rasa hormat yang mendalam di Bumi Minangkabau.(SRP)


Asosiasi Bank Pembangunan Daerah bersama Bank Bengkulu menggelar malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (21/8/2026)

BENGKULU — Kemeriahan mewarnai Halaman Kantor Gubernur Bengkulu pada Jumat (21/8/2026) malam. Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) sukses menggelar Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode Ke-1 Tahun XXXVII-2026.

Mengusung tema “Bumi Merah Putih Menyatukan Negeri”, perhelatan akbar ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi lewat pembagian total hadiah senilai Rp3 miliar, tetapi juga mengukuhkan sinergi strategis Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Rangkaian helatan yang berlangsung sejak Rabu (19/8/2026) ini diisi dengan penyegelan alat undi, gala dinner di Benteng Marlborough, Seminar Nasional di Hotel Mercure, hingga puncaknya dimeriahkan oleh penampilan grup musik papan atas, Ungu.

Wujud Kepercayaan Masyarakat dan Komitmen Digitalisasi

Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan semangat persatuan BPD dari Sumatra hingga pelosok negeri dalam mendorong percepatan ekonomi daerah. Kinerja Tabungan Simpeda pun mencatatkan pertumbuhan impresif; Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo, mengungkapkan total saldo simpanan Simpeda secara nasional kini telah menembus angka Rp75 triliun.

"Angka ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan masyarakat terhadap BPD. Dana masyarakat yang terhimpun ini terus diputar kembali secara produktif untuk pembiayaan UMKM, sektor usaha, dan menggerakkan roda ekonomi daerah," tegas Agus.

Menghadapi era finansial modern, Asbanda aktif mendorong 27 BPD se-Indonesia untuk melakoni transformasi digital. Tabungan Simpeda kini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital, memperluas jaringan merchant, serta memberi kemudahan transaksi harian bagi generasi muda tanpa mengikis kedekatan khas BPD dengan nasabah.

Daftar Pemenang Utama Undian Simpeda 2026

Disaksikan dan disahkan langsung oleh perwakilan Dinas Sosial, Kepolisian, serta Notaris, berikut adalah deretan pemenang kategori hadiah utama:

Hadiah Utama (Rp500 Juta): Nasabah Bank Kalbar

Hadiah Kedua (Masing-masing Rp100 Juta):

Nasabah Bank Kalsel

Nasabah Bank Jakarta

Nasabah Bank BPD DIY

Nasabah Bank Bengkulu (Devi Rahmawati – Capem Sudirman Kota Bengkulu)

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Asbanda turut menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp50 juta untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rangkaian perhelatan resmi ditutup dengan pengumuman Bank Kalsel sebagai tuan rumah Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda berikutnya yang dijadwalkan pada April 2027.(Ks)

 

‎PESISIR SELATAN — Akses mobilitas masyarakat Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, resmi memasuki babak baru. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat merealisasikan pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang untuk menggantikan infrastruktur lama yang hancur diterjang banjir besar pada 2024 lalu.
‎Proyek tanggap bencana senilai Rp7,4 miliar ini berada di bawah kendali Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat (PPK 2.4). Pembangunannya direalisasikan atas permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta mengembalikan aksesibilitas warga yang sempat terisolasi.
‎Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., menjelaskan bahwa jembatan ini dirancang adaptif dengan standar keselamatan tinggi. Bentang struktur bahkan ditinggikan 1,5 meter dibanding bangunan lama untuk mengantisipasi risiko luapan air di masa depan.
‎"Jembatan gantung ini memiliki kapasitas beban maksimal 1,5 ton yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Meski demikian, konstruksinya tetap dirancang khusus untuk mendukung kondisi darurat, seperti akses melintas armada ambulans," ungkap Gina.
‎Spesifikasi Teknis & Ketahanan Infrastruktur
‎Pagu Anggaran: Rp7,4 Miliar (APBN / Kementerian PU)
‎Kapasitas Beban: Maksimal 1,5 Ton
‎Peruntukan Utama: Pejalan Kaki, Kendaraan Roda Dua, dan Ambulans (Darurat)
‎Peningkatan Keamanan: Elevasi struktur ditinggikan 1,5 meter dari posisi jembatan lama
‎Target Usia Rencana: 10 Tahun
‎Himbauan Kesadaran Bersama demi Usia Pakai 10 Tahun
‎Meski bentang jembatan memungkinkan untuk dimasuki kendaraan roda empat secara fisik, masyarakat dan pengguna jalan diimbau keras untuk mematuhi batas beban yang ditentukan. Memaksakan kendaraan roda empat non-darurat melintasi jembatan ini berpotensi merusak struktur utama dan memperpendek usia pakai konstruksi yang ditargetkan bertahan hingga 10 tahun.
‎Kehadiran Jembatan Gantung Koto Rawang bukan sekadar konektor fisik, melainkan urat nadi baru yang memangkas biaya distribusi hasil pertanian, mengamankan jalur anak sekolah, serta mempercepat evakuasi medis. Sinergi nyata pemerintah pusat dan daerah ini menjadi momentum penting bangkitnya roda perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan, tutup Gina.(*)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.