Utama
[Utama][column1]
PADANG---Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai pelantikan pengurus Perdami Sumatera Barat yang dirangkai dengan acara halal bihalal. Kegiatan ini digelar di Hotel Truntum Padang dan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sekaligus arah baru organisasi periode 2025–2028.
Ketua Perdami Sumbar, Romi Yusardi, dalam wawancaranya dengan awak media mengungkapkan bahwa saat ini jumlah anggota Perdami di Sumatera Barat mencapai 97 dokter spesialis mata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Menurutnya, pemerataan tenaga medis ini seharusnya menjadi kabar baik bagi masyarakat. Ia menyoroti masih adanya anggapan bahwa berobat ke rumah sakit mata di pusat kota lebih baik dibandingkan di daerah.
“Semua tempat berobat mata itu bagus, baik di klinik maupun rumah sakit. Semua dokter mata juga memiliki kompetensi yang baik. Mungkin perbedaannya hanya pada kelengkapan alat,” ujar Romi.
Ia pun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu selalu datang ke kota besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas. Di berbagai daerah di Sumatera Barat, layanan serupa juga telah tersedia dengan standar yang baik.
Lebih lanjut, Romi menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata. Ia mengibaratkan pemeriksaan mata seperti perawatan kendaraan.
“Periksalah mata secara rutin, jangan tunggu sakit dulu. Seperti kendaraan, lebih baik dicek sebelum rusak. Kalau sudah parah, justru biayanya bisa lebih besar,” pesannya.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga penegasan komitmen Perdami Sumbar untuk terus meningkatkan pelayanan, edukasi, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata di seluruh wilayah Sumatera Barat.
PADANG---Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta yang akan digelar pada 10–12 April 2026 di Padang, dinamika pemilihan Ketua Umum periode 2026–2030 semakin menghangat. Sejumlah nama mulai bermunculan, namun salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Mardiansyah.
Alumni Teknik Sipil angkatan 1996 ini bukan hanya dikenal sebagai profesional di bidang konstruksi, tetapi juga memiliki akar kuat sebagai aktivis kampus semasa kuliah. Kini, sebagai Direktur Operasi 2 di PT Hutama Karya, Mardiansyah membawa pengalaman strategis yang dinilai relevan untuk memimpin organisasi alumni ke arah yang lebih terstruktur dan berdampak.
Keseriusannya terlihat dari langkah awal yang telah diambil, termasuk mengambil formulir pendaftaran dan mulai memaparkan visi dalam berbagai pertemuan alumni di Padang. Dalam forum-forum tersebut, ia menekankan pentingnya membangun ikatan alumni yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga produktif dalam menciptakan peluang dan kontribusi nyata.
“Alumni harus menjadi kekuatan bersama—saling terhubung, saling mendukung, dan mampu memberi manfaat luas, baik bagi sesama alumni maupun bagi masyarakat,” menjadi garis besar gagasan yang ia dorong.
Dukungan terhadapnya pun mulai bermunculan. Banyak alumni melihat Mardiansyah sebagai sosok yang mampu menjembatani generasi lama dan baru, sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang adaptif di tengah tantangan zaman.
Dengan Mubes yang tinggal menghitung hari, kontestasi ini diprediksi akan semakin dinamis. Namun satu hal yang pasti, kehadiran figur seperti Mardiansyah memberi harapan baru: bahwa Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing di tingkat nasional.(D)